Showing posts with label Sosial Network. Show all posts
Showing posts with label Sosial Network. Show all posts

Wednesday, 9 August 2017

4 questions to cut awkward silences when networking


Networking can be either the most fulfilling or most terrifying part of an event. Regardless of how you find it, there’s no disputing how rewarding it can be. A great networking session could land you your next professional partnership or perhaps even an injection of fresh funds from an investor. If you aren’t networking yet, you should get on it soon – or you’ll be missing out on a whole lot of potential opportunities.
Initiating a conversation can be as easy as extending your hand out for a handshake. But beyond that, it takes a bit more legwork than “hi, hello, how’s the weather.” Here are a few questions you can use at your next event to keep the conversation going and prevent any awkward silences:

1. What did you think of the talk?

This question is an automatic conversation starter right off the bat. It works especially well if you don’t know who the person is and what he or she does beforehand. At that point, all you have in common is attendance at the same event. Asking about how the talk was for him or her opens the conversation up to topics that you share similarities with already.

2. How is your startup/industry doing?

There is a chance that you might find yourself face-to-face with an entrepreneur from an entirely different industry. Take this as an opportunity to learn more about their industry as a whole, how they got into it, and how they foresee it in the future. Just as how you’re not familiar with his or her industry, your conversation partner may not be privy to yours as well. This could be a great learning experience for both of you.

If you chance upon someone who works in the same industry, ask about their careers—how their work is like, how they succeeded, if they can share any marketing insights or tips. Who knows? You might even pick up a thing or two from your conversation.

3. What do you like outside of work?

Networking doesn’t have to be all business. Sometimes, a little light-hearted chat can keep the conversation flowing. Casual topics like book recommendations, favourite sports team, and general life advice generates a lot of rapport with a person. It establishes familiarity you can bank on for heavier topics you wish to discuss.

4. Can we keep in contact after the event?

There will be situations where you hit it off with someone or made a useful contact, but it’s time for you to move on and network with other people. In these times, this question is a great way for you to wrap up the conversation neatly. Make sure to exchange your contact information or business cards with each other and plan a future meeting. You wouldn’t want to lose your new contact, would you?

Network at one great event

The wonder of networking is forming connections that weren’t previously possible. Whether you’re just there to mingle with like-minded startup founders or forge new business partnerships, networking is an invaluable skill you need in your professional career.

If you’re interested in building contacts with amazing entrepreneurs, founders, and investors, you’ll want to check out Tech in Asia Jakarta 2017 because over 6,000 of them will be in attendance! From November 1 to 2, you can meet engaging personalities from the tech community, rub elbows with the head honchos of the tech industry, and pitch to willing investors!

Tickets are now going at 25 percent off. You can use the code tiajkt25 at checkout to save 25 percent on your purchase. But better hurry, this offer only lasts until tomorrow, August 11, 23:59 (GMT +7). Get yours below now!



Sumber: Techinasia




Wednesday, 18 February 2015

Situs Milik Pemerintah Menjadi Favorit Target para Hacker



Keamanan di dunia internet kini nampaknya harus mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah Indonesia. Terlebih dalam data yang diungkapkan oleh Internet Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII), situs milik pemerintah dengan domain go.id menjadi sasaran empuk serangan para hacker.
Menurut pantauan Id-SIRTII, dalam periode Januari hingga November 2014, terdapat serangan cyber yang melibatkan 12.088 insuden serangan situs di tanah air. Dan dari data tersebut, terungkap kalau situs pemerintah menjadi target serangan yang paling banyak dengan jumlah insiden melibatkan domain go.id sebanyak 3.288. Dan bulan September menjadi momen yang paling banyak, dengan jumlah serangan mencapai 1.423 insiden.
Serangan hacker yang kerap dilakukan terhadap situs-situs milik pemerintah tersebut berupa deface. Dan situs yang terkena serangan ini akan mempunyai tampilan yang berubah. Tentu saja kalau serangan tersebut dilancarkan kepada situs pemerintah, hal ini dapat mempengaruhi kinerja lembaga terkait. Terlebih kalau lembaga tersebut mempunyai situs resmi yang aktif. Meski memang pada kenyataannya, banyak situs milik pemerintah yang digarap dengan kurang serius.

- DetikInet

Social Media Week #SMWJakarta Akan Diadakan Pada Tanggal 23-27 Februari 2015



Pengaruh adopsi teknologi atas kehidupan masyarakat berdampak dengan sangat cepat dan masif. Hingga saat ini kita hadir di suatu zaman di mana manusia dapat saling terhubung dengan sangat mudah antar sesama. Memanfaatkan momentum tersebut, hadir sebuah inisiasi bernama Social Media Week (SMW) yang memiliki misi untuk menghubungkan miliaran penduduk dunia lainnya dalam sebuah konferensi teknologi di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya di dunia pada tanggal 23 hingga 27 Februari 2015 nanti.
Social Media Week (SMW) merupakan platform media terkemuka dan perhelatan skala global yang akan mengambil tempat di Pacific Place Mall, Jakarta. Dalam acara tersebut akan dibahas seputar memperoleh lebih banyak manfaat dan hidup lebih produktif di era yang serba digital dan terhubung.
Social Media Week (SMW) sendiri merupakan acara skala global yang menaruh perhatian pada dampak yang diberikan oleh media sosial terhadap aspek sosial, budaya, dan ekonomi di seluruh dunia. Acara yang diadakan dua kali dalam setahun ini (Februari dan September) membantu masyarakat dan organisasi agar saling terhubung melalui kolaborasi, pembelajaran, dan berbagi ide atau informasi lainnya. Dihelat pertama kali di Jakarta pada tahun 2009, SMW tahun ini memiliki tajuk “Upwardly Mobile: The Rise of The Connected Class”.
Kelas Terhubung (Connected Class) merupakan istilah yang digunakan SMW merujuk pada salah satu bagian dari masyarakat yang telah terhubung dan memiliki akses (Internet). Sebagai informasi tambahan, saat ini ada tiga miliar dari kita (Kelas Terhubung) dan jumlahnya diprediksi akan mencapai dua kali lipat di tahun 2022.
Melalui tema tersebut, permasalahan mendasar yang coba diangkat oleh SMW adalah seputar hal yang dapat diraih lebih jauh oleh manusia di era yang segalanya telah terhubung. SMW merupakan kesempatan yang baik bagi mereka yang menggeluti industri teknologi di tanah air. Selain mengikuti sesi berbagi dari para ahli untuk kepentingan pribadi, SMW juga terbuka untuk para pemilik brand sebagai ajang memperkenalkan produk mereka.
Dalam perhelatan bergengsi ini, SMW Jakarta menghadirkan jajaran pembicara yang memiliki pengaruh kuat di industri yang mereka geluti saat ini, seperti Country Manager Path Indonesia William Tunggaldjaja, CEO GrabTaxi Anthony Tan, Co-Founder Kaskus Networks Andrew Darwis, Business Head Twitter Indonesia Rick Mulia, VP International Buzzfeed Scott Lamb. dan masih banyak lagi. Untuk pembelian tiket dan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi halaman resmi Social Media Week Jakarta.

Sumber artikel : Dailysocial

Saturday, 7 February 2015

Prism, mata-mata canggih pemerintah Amerika?


Ada yang pernah menonton film dengan judul “Enemy of the States”, film yang sudah lumayan tua tetapi saya masih ingat setelah menonton film itu saya yakin bahwa cerita itu akan menjadi kenyataan suatu hari, sama halnya dengan film “Minority Report” yang pernah saya tulis sebelumnya.
Nah beberapa hari belakangan ini kelihatannya para pemerintah di berbagai negara, pemerintah AS bahkan perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia semua sempat kewalahan dengan krisis yang sedang melanda dunia privasi, berikut kebocoran dokumen rahasia negara dengan kode Prism, dimana dokumen ini menerangkan proyek rahasia pemerintah AS bekerja dengan para perusahaan teknologi terbesar AS untuk mengakses data-data pribadi masyarakat, mulai dari data-data di internet, smartphone anda, email dan lain-lain. Hmm..persis seperti film “Enemy of the States” bukan ?
Adalah Ed Snowden, pria berusia 29 tahun yang pernah bekerja untuk CIA, yang mengumumkan bahwa dialah orang yang telah membocorkan rahasia negara ke situs berita Guardian sebelumnya.
Direktur badan intelijen nasional AS, James Clapper menggambarkan kebocoran ini sesuatu “yang luar biasa bisa merusak” keamanan nasional AS, tetapi Snowden membela dengan mengatakan bahwa dia melakukan itu hanya semata karena merasakan proyek mata-mata ini sesuatu yang sangat “menakutkan”.

JADI APA YANG BISA DILIHAT OLEH PEMERINTAH AS?

Menurut dokumen yang dibocorkan oleh Snowden, badan keamanan nasional AS (NSA) mempunyai akses dalam skala teramat luas ke data para individu seperti chatting, percakapan lewat telpon, file-file yang dikirim lewat internet, sampai kepada sosial networking seperti Facebook.
Adalah server-server yang bisa memproses dan menyimpan data-data informasi digital termasuk posting-posting pribadi di sosial media, chatting sampai kepada data-data di mesin pencarian internet.
Beberapa perusahaan teknologi besar yang sempat disebutkan namanya telah membantah keterlibatan mereka dalam proyek ini dan tidak tahu bagaimana sebetulnya Prism bekerja dan para pakar di industri sempat menanyakan sampai seberapa hebatkah sistim Prism ini.
Beberapa perusahaan besar yang diduga ikut diajak bekerjasama adalah: Microsoft, Google, Facebook, YouTube, Skype dan AOL.
Sumber: BBC


sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com